Banyak yang mengira, mencerdaskan bayi dan balita akan melibatkan metode rumit dan berbiaya mahal. Sebenarnya, mencerdaskan bayi dan balita itu sangat sederhana dan mudah dilakukan. Rahasianya antara lain:

Menggendong itu mencerdaskan
Mengapa anak yang digendong akan menjadi cerdas?
- Dengan digendong, bayi akan jarang menangis. Hal itu akan semakin banyak waktu dan tenaganya digunakan untuk proses tumbuh kembang.
- Secara neurologis membuat bayi berada pada posisi yang memungkinkannya bergerak dan merespon dekapan yang diterima.
- Bayi semakin banyak berinteraksi dengan lingkungannya.
- Bayi akan belajar terlibat pada aktivitas yang dilakukan orang tuanya.
- Bayi mempunyai kebebasan memilih tentang apa yang ingin maupun tidak ingin dilihatnya.

Berbicara itu mencerdaskan
Agar kegiatan berbicara dengan bayi dapat merangsang kecerdasannya, hal ini perlu dilakukan:
- Sapalah namanya setiap kali bicara padanya
- Tatap dan senyumlah padanya
- Pergunakan kata-kata atau kalimat pendek
- Buatlah gerakan tubuh yang sesuai dengan isi pembicaraan
- Lafalkan setiap kata dengan lafal yang benar
- Bicaralah dengan kelembutan dan kesopanan. Jangan dengan hardikan.
- Bicaralah tentang segala hal yang sedang Anda lakukan di hadapannya.
- Selingi pembicaraan dengan kalimat pertanyaan
- Bersikap peka terhadap isyarat-isyarat anak
Bernyanyi dan mendengarkan musik itu mencerdaskan
Walau Anda bukan penyanyi, bernyanyilah lagu apapun yang menurut Anda enak dinyanyikan. Anak usia berapa pun pasti menyukai lagu. Bernyanyilah di hadapannya. Para peneliti perkembangan anak percaya, bernyayi lewat musik, berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berbahasanya, dibandingkan dengan kata-kata tanpa musik.
Bermain itu mencerdaskan
Berikut manfaat yang bisa dipetik dari aktivitas bermain:
- Mengembangkan kemampuan motorik anak
- Membantu perkembangan tubuh (fisik) anak
- Mengembangkan koordinasi antar anggota tubuh
- Mengembangkan kemampuan sosialisasi
- Mengembangkan sportivitas
- Menstimulasi kemampuan diri

Tidur itu mencerdaskan
Bayi yang cukup tidur, sistem kekebalan tubuhnya lebih baik dibandingkan dengan yang kurang tidur. Fisik bayi berkembang lebih optimal saat tidur. Jumlah hormon pertumbuhan saat tidur 3 kali lipat dibandingkan saat bangun. Saat tidur pun berlangsung perbaikan sel-sel tubuhnya yang rusak. Berkembangnya fisik bayi melalui aktivitas tidur akan memberi peluang bagi pematangan lebih lanjut fungsi-fungsi organ tubuhnya. Hal itu menandai kemampuan dan kecerdasan semakin bertambah.